Menghafal
al-Qur'an adalah gizhaur ruhi (asupan spiriritual) bagi setiap
muslim dan muslimah. Namun tidak banyak yang menyadari hal ini. Hampir sebagian
besar mereka yang menyadari justru terbentur dengan kendala ketika
menghafalkannya. Susah dan banyak kesibukan. Akibatnya, aktifitas mulia ini
terabaikan begitu saja. Sungguh sangat disayangkan sekali. Padahal jelas-jelas
Allah telah berjanji bahwa menghafal al-Qur'an itu mudah. Ia tidak boleh
dianggap sulit dan dipersulit hanya karena kita tidak berusaha dan mencari cara
yang mudah, tepat dan sesuai dengan kemampuan kita.
Allah berfirman:
ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر
Artinya:
"Dan sungguh, telah Kami mudahkan untuk peringatan maka adakah orang
yang mau mengambil pelajaran." (Qs al-Qomar: 17, 22, 32 dan 40)
Dalam
ayat di atas Allah mengulang-ulang janji-Nya bahwa kegiatan menghafal al-Qur'an
itu mudah, sebagaimana mudahnya apapun yang sulit, dengan syarat dilakukan
dengan sungguh dan menggunakan cara-cara yang memudahkan.
Dan
untuk itulah Alhamdulillah, kini telah hadir sebuah Metode Cepat Menghafal al-Qur'an.
Menghafal dengan otak kanan yang merupakan ruang untuk menyimpan semua
ayat-ayat al-Qur'an dalam waktu yang lama.
Metode
Cepat ini setidaknya menggunakan 5 panca indera langsung ketika seseorang
melakukannya. Nah, dengan melibatkan 5 panca indera langsung ini -yang
merupakan organ tubuh yang sangat penting dari Allah pada manusia- proses
menghafal al-Qur'an akan menjadi mudah, cepat dalam hitungan menit dan jam,
Insya Allah tidak mudah hilang dan lupa. Dengan syarat tetap melakukan muroja'ah (review / mengulang-ulang) secara
kontinyu.
Secara
umum, ke-5 organ tubuh yang ikut 'menghafal' ini adalah sebagai berikut:
- Otak. Ketika menghafal ada baiknya seseorang memahami arti ayat yang hendak dihafal. Karena dengan pemahaman Insya Allah arti ayat akan lebih mudah diikuti oleh bibir dan pendengaran. Untuk itulah, menurut metode ini seseorang harus memegang al-Qur'an terjemah beserta arti per-kata-nya.
- Mata. Ketika menghafal, tugas mata adalah melihat. Dalam metode cepat ini penglihatan ikut 'menghafal' dengan bantuan alat visual yang dinamakan Stepping Stone Paper (batu pijakan menghafal). Media visual ini adalah ilustrasi simbol atau gambar yang disusun sesuai dengan arti ayat yang dihafal. Nah di sini seseorang yang menggunakan metode ini harus menghafal dengan kondisi mata terbuka / melek untuk menangkap arti yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa visual. Ini sesuai dengan ungkapan bahwa menghafal dengan visual akan lebih mudah ketimbang menghafal linier (huruf). Atau dengan bahasa lain gambar memiliki ribuan makna ketimbang linier.
- Telinga. Dalam metode ini Anda -wahai para pembaca sekalian- akan diperdengarkan dengan audio yang membacakan ayat-ayat dengan tilawah (bacaan al-Qur'an) yang standar keshahihan tajwidnya secara berulang-ulang.
- Tangan. Keunggulan metode ini juga melibatkan peran tangan ketika menghafal. Caranya, tangan kita akan menunjuk-nunjuk dan mengisyaratkan alur ayat yang ada di Stepping Stone Paper.
- Mulut atau pengucapan. Dan tentu saja ini hal yang sangat penting. Karena tanpa suara seseorang tidak mungkin bisa menikmati bacaan ayat-ayat al-Qur'an yang indah. Bibir akan melantunkan ayat-ayat secara bertahap dan tertata dari audio sehingga orang yang belum pandai membaca dan belum bagus bacaannya sekalipun bisa menikmatinya.
Demikianlah
gambaran ke-5 panca indera yang digunakan metode cepat ini. Dan hampir sebagian
besar para peserta yang pernah mengikuti ini mengakui bahwa mereka merasa
termudahkan dan terbantu dalam menghafal, membaca dan memahami ayat-ayat yang
dihafalnya. Subhanallaah.
Sungguh,
kemudahan yang telah Allah berikan pada metode ini.
Untuk
itu bagi para pembaca dan pengunjung blog ini yang penasaran dan berminat
mengikuti Pelatihan Cepat Menghafal ini dipersilahkan.
Syaratnya:
- Berminat belajar dengan serius dan sungguh-sungguh.
- Peserta minimal 10 orang dan maksimal 40 orang, laki-laki dan perempuan.
- Mau menghafal al-Qur'an secara kontinyu.
- Bagi peserta yang berdomilisi di daerah bisa menjadi penyelenggara (event organizer) dengan ketentuan: Menyediakan tempat pelatihan, siap menanggung akomodasi dan transportasi untuk instruktur serta konsumsi dan kebutuhan lainnya selama berada di daerah pelatihan.

menarik informasinya
BalasHapuskunjung balik yaaak
http://wplaksono.blogspot.com